1

Apoy Wali Kaget Lagunya Disukai Anak-Anak

kapanlagi.com Jakarta - Gitaris band Wali, Apoy yang dijumpai di DAHSYAT, RCTI, Kebon Jeruk, Jakarta Barat beberapa hari yang lalu mengungkapkan perasaannya saat dikunjungi salah satu fans mereka yang masih anak-anak, yakni Miftah yang berumur 12 tahun.

"Contohnya Miftah, dia belum dewasa, tapi ketika dia ketemu sama Wali, dia gak minta uang, dia gak minta disembuhkan, dia murni karena suka dengan lagu-lagu Wali. Ada juga teman media, ini ladang amal kita. Tapi kami gak mau pede, secara lirik sangat sopan untuk anak-anak. Jadi kami menganalisa efek lagu kita untuk anak-anak. Ada lagu yang blak-blakan, kita introspeksi. Kami sangat takut jika membawa dampak negatif," beber Apoy panjang lebar.

Apoy juga menambahkan bahwa dirinya tidak pernah menyangka jika lagu dari Wali tersebut bisa didengar dan dinikmati anak-anak.

"Gak pernah nyangka, sama sekali. Anak-anak itu membuat kami kaget, kami harus banyak pegangan. Kalo kami salah sedikit, pasti membawa dampak negatif. Walaupun beban kami sangat berat, kami yakin Allah tidak akan memberikan tanggung jawab di luar kapasitas kami," usainya diplomatis.

0

Calvin Jeremy Berduet dengan Band Wali

kompas.com Jakarta - Hati penyanyi muda Calvin Jeremy yang termasuk pendatang baru di dunia musik sungguh gembira mendapat kesempatan untuk tampil di acara Mahakarya RCTI pada Rabu (17/8/2011) malam ini.

Dalam acara bertajuk "Mahakarya" RCTI yang merupakan perayaan ulang tahun ke 22 stasiun televisi tersebut, cowok kelahiran Jakarta, 20 tahun lalu itu akan berduet dengan band Wali.

"Selasa (16/8/2011), aku latihan sama teman-teman dari band Wali. Lagunya berjudul Aku Bukan Bang Toyib," jelas Calvin.

Acara itu akan ditayangkan secara langsung oleh RCTI Kamis malam nanti mulai pukul 19.30 dari PRJ Kemayoran Jakarta. Selain Calvin dan Wali, tampil pula Afgan, Mulan Jameela dan lainnya.

Sekalipun sebenarnya Calvin biasa menyanyikan lagu pop jazz, namun ia mengaku tak kesulitan menyanyikan lagu milik Wali. "Tadinya sih mau latihan dua kali, tetapi akhirnya hanya sekali latihan. Nggak apa itu juga sudah cukup kok, sebab sebelumnya aku sering mendengarkan lagu Aku Bukan Bang Toyib di radio saat sedang dalam perjalanan naik mobil. Lagunya enak kok," urainya lagi.

Mahasiswa Fakultas Ekonomi Universitas Pelita Harapan Karawaci Tangerang itu, pada Juni 2010 sudah meluncurkan album pertamanya. Kini beberapa lagu dalam albumnya antara lain berjudul Maaf dan Wanita tak Biasa sering terdengar di radio. Bahkan lagu Maaf pernah ditayangkan di stasiun televisi Channel V.

Tentu saja Calvin yang keturunan Batak dan Jawa itu mengaku sangat senang. "Kan Channel V merupakan acara musik yang penayangannya di seluruh kawasan Asia Tenggara," katanya sembari tertawa.

Ia berharap masyarakat menyambut baik album pertamanya itu. Bagi yang penasaran pengen tahu penampilan Calvin, tonton saja acara itu, atau lihat di Youtube, disana ada video klip lagu Calvin berjudul Wanita Tak Biasa.

Video yang pengambilan gambarnya dilakukan di pantai Lovina Bali dan Pulau Komodo, Nusa Tenggara Timur tersebut diproduksi oleh Kementerian Kebudayaan dan Pariwisata untuk keperluan promosi dua tempat wisata itu.

1

Wali Band Ancam Surya Dharma Ali

tempointeraktif.com Bogor - Grup musik Wali melontarkan kritik ke Menteri Agama, Suryadharma Ali. Kritik dilontarkan setelah Ketua Umum Partai Persatuan Pembangunan itu memberi sambutan pidato di program Pesantren Kilat yang diluncurkan departemennya di Pondok Pesantren Darul Muttaqien, Bogor Senin, 1 Agustus 2011.

Kepada Suryadharma, Apoy, gitaris Wali, mengultimatum menggelar aksi 'walkout'. Lha kok bisa? Ya, gara-garanya, pesantrennya, La Tansa, tidak disebut-sebut dalam pidato sambutan Pak Menteri Suryadharma. "Karena pesantren kita tidak disebut, Wali band mendingan pulang saja," kata Apoy di acara sambutan setelah Suryadharma Ali.

Kontan, seribuan santri dari tiga pondok pesantren, Darul Muttaqien, Nurul Iman, dan As-Shidiqiah, yang hadir pun tertawa. Bersama tiga pimpinan pondok tersebut, Menteri Suryadharma Ali yang duduk menghadap ribuan santri juga menyungging senyum.

Tentu saja, kritik yang dilontarkan Wali ke Suryadharma cuma sekedar lelucon. Sembari menahan senyum, Apoy mengatakan menteri telah melupakan perwakilan dari pesantren La Tansa, yakni grup Wali.

Apoy bersyukur Wali tergolong lahir dari rahim pesantren. Berkat pendidikan dari lembaga yang kerap dituding kolot ini, Apoy mengenang Wali bisa berdiri seperti sekarang ini. "Pokoknya buat pesantren, Wali siap melakukan apa saja," ujarnya.

Di sela-sela pidato soal program Pesantren Kilat, Suryadharma Ali memang melontarkan beberapa lelucon ke tiga pimpinan pondok tersebut. Kepada pimpinan As-Shidiqiah dan dua pimpinan pesantren lainnya, Suryadharma harus menyebut nama-nama mereka, jika tidak ingin melihat ketiganya 'ngambek' disertai pamit izin pulang terlebih dulu.

"Mereka adalah sahabat-sahabat saya. Saya harus menyebut nama mereka kalau tidak ingin melihat mereka pulang,"kata Suryadharma seraya tertawa.

Pengunjung

free counters

Buku Tamu